ENAK, PAK DOSEN!
Tak ada lagi pertanyaan yang memburu, hanya ada rasa hormat yang semakin dalam atas kejujuran yang baru saja mereka dengar.
Mereka kemudian beranjak dari kursi masing-masing, mendekat dan mengajak kedua orang tuanya kembali berpelukan dalam satu lingkaran besar yang hangat.
Satu hal yang mereka tangkap di sini adalah, memaafkan bukan berarti melupakan apa yang telah terjadi, melainkan melepaskan belenggu masa lalu agar bisa berjalan bersama menuju masa depan.
Bagi Sagara, Shanum, dan Darrel, pengakuan ini adalah warisan yang lebih berharga daripada harta benda karena mengandung banyak pengalaman yang bisa mereka jadikan pembelajaran.
Hot Chapters