Rasaku Ditelanjangi
Air hangat masih terus mengguyur kami, menyamarkan isak kecilku yang tak tertahan lagi.
Gerakannya semakin dalam, semakin cepat, cengkraman tangannya makin berasa.
“Aku keluarin ya sayang…” erang Arga.
Di bawah shower, kami meledak bersama. Napas tercekat, lutut lemas, dan hanya ada tubuh kami yang saling mendekap erat. Lelah, namun hangat. Tuntas, namun enggan lepas.