Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

[Temui aku besok jam sembilan di tempat biasa, atau aku akan kirimkan foto ketika kita berbagi peluh bersama di rumahku kala itu? [Hujan yang membuat kita sama-sama lepas kendali, aku yakin kamu tak akan pernah lupa setelah merasai nikmatnya tubuhku.] Pesan ketiga masuk. Pesan berupa gambar yang membuat dada Riko bergemuruh hebat. Jantungnya serasa ditarik paksa. "Apalagi ini? Sialan!" Riko memijat pelipisnya.
1065.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Tapi, tepat di halaman timeline, aku melihat sesuatu yang semakin membuat hatiku hancur. Aku menemukan akun Facebook JeJe Juleha ditandai dengan foto dari Just Gerald. Dalam foto tersebut, Juleha dan Gerald saling pandang sambil berpegangan tangan di sebuah area, yang tampaknya tempat rekreasi. Ada air terjun di latar belakang. Mereka berdua tampak tersenyum bahagia satu sama lain. Pada tanggal upload, itu beberapa minggu sebelumnya. Dan aku mengenali tempat itu. Itu adalah Air Terjun Sedudo di Nganjuk. “Kami sedang berbahagia. Dan kami bersiap-siap untuk memlulai lembaran hidup baru,"begitulah caption yang ditulis oleh Just Gerald.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Kamulah Jodohku, Alyana!

Kamulah Jodohku, Alyana!

Hujan jarang turun di Kota Halimun yang biasanya cerah. Alyana menatap tetesan hujan di kaca. "Sayang sekali, aku nggak bisa memegang kamera sekarang. Kalau bisa, aku pasti turun dan memotret. Pasti indah," ujarnya pelan. "Akan ada kesempatan lain." "Nggak ada lagi." Alyana tersenyum tipis, matanya tetap menatap ke luar. "Tuan Nathan, aku tahu persis kondisi tubuhku, jadi kamu nggak perlu terus menghiburku."
1064.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Raka fokus, tapi setiap kali mau ambil gambar, ada aja masalah. Pertama, lensanya kena embun. Kedua, jempolnya ikut masuk frame. Ketiga, burung lewat pas momen Anaya senyum lebar. “Mas! Itu sayap burungnya kayak antena di kepalaku!” “Estetika, Saset. Konsepnya nature meets human.” “Konsep gagal total. sebel” Tiba-tiba Hujan Belum sempat protes lagi, tetes hujan mulai jatuh. Pelan-pelan tapi pasti, langit Bandung berubah kelabu. Raka panik.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Benaran Mantan?

Benaran Mantan?

Hawa dingin dari hujan yang turun saat ini mampu menghantarkan Fano Arga Tara pada tidur yang sangat nyenyak. Ia menarik bibirnya membentuk senyum ketika bayangan masa lalu mereka tiba-tiba melintas. Tak ingin tertangkap basah karena menatap Fano secara diam-diam, Naya kembali mengalihkan pandangannya ke jendela melanjutkan aktivitasnya tadi. Memang benar bahwa hujan selalu mengingat kan kita pada kenangan. "Hujan turun aja di liatin, ya elah Nay sejak kapan Lo jadi alay?" Ucap seseorang yang ntah sejak kapan sudah berada disamping nya dengan kedua tangan nya dilipat didada.
9.911.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Dia basah kuyup bersama kertas foto yang di tangannya. Perlahan ia melihat dengan jelas, namun deras hujan terus menghalangi pandangannya. Ia mengusap matanya yang buram dan melihat gambar yang sudah tak lagi sempurna. Kilatan petir terlihat beberapa kali menyambar namun ia tak peduli. Justru ia terpaku dan mematung seperti tak percaya "Demi apapun, aku akan menemukanmu lagi," lirihnya lalu berjalan menjauh dari hujan yang semakin deras.
10272.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.5K kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Jatuh Terlalu Jauh

Jatuh Terlalu Jauh

Sambil tertawa kecil aku mencium pipinya lalu berlari melewatinya dan menuruni tangga. Rasa panas semakin bertambah parah. Aku benar-benar berharap kalau mba Cla mengijinkanku untuk mengikat rambutku. Jika aku mengambil sebotol air es dan menyiramkannya ke atas kepalaku, aku pasti akan langsung kering. Kenapa para pria itu bermain golf di tengah cuaca seperti ini? Apakah mereka gila? Aku tiba di lubang pertama dan aku menyadari seseorang dengan rambut hitam yang di miliki Raka. Bagus.
7.37.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Aku menyukai semua pemberian Ayah." "Penggombal." "Aku mempelajarinya dari Ayah, hehe." Tak lama setelah mereka berdua keluar, terdengar teriakan si kecil, "Bu, bolehkah fotokan aku dan Ayah?" "Iya." Susan berjalan keluar. Federik menggendong Julian di lehernya dan bergaya. Susan mengambil beberapa foto mereka. Setelah makan malam, hujan mulai turun di luar.
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

“Mau kodok, Yu?” “Apa sudah dikuliti?” “Kang Jito Akik ‘kan bisa nyopoti jaket-jaket kodok ini!” Toh Yu Munah Soblem tertawa gembira dapat bonus kodok sawah. “Dapat kodok berapa kok ngajak pesta cwe-ke? Lumayan buat lauk nanti malem, sudah bosen tempe bacem.” Kamto Oncek pun pamitan. Tapi ia pesan wanti-wanti perihal tegalan dan pohon rambutan. Tampaknya ia sudah ngebet betul akan buah rambutan. Suara kletek-kletek jeruji sepeda menandakan suami Yu Munah Soblem pulang. Buruh asah batu akik itu sudah tersenyum-senyum penuh kerinduan akan istrinya. Jakunnya sudah turun naik seperti tarian cleret gombel. Apalagi ketika didapati si istri lagi ngore rambut. Tarian jakunnya makin menjadi-jadi m
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

membuat baju yang mereka kenakan basah semua dan di tambah mereka tidak membawa pakaian ganti dan terpaksa bermain dengan pakaian yang basah, mereka bermain dengan seru, Tania merasakan hal yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, dia bisa merasa sangat bahagia saat seperti ini dengan Rain, dan bahkan dia tidak pernah merasakan hal bahagia seperti ini saat dia bersama dan bermain dengan teman-temannya, dia merasakan hal yang berbeda dengan Rain, dan dia bahkan tidak mau waktu berlalu begitu cepat, dia ingin waktu berhenti sekarang saat dia merasa bahagia seperti ini, namun itu semua tidak mungkin karena dia tidak bisa memberhentikan waktu begitu saja kecuali Tuhan sudah menghendaki waktu be
9.129.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status