Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Berhenti Kerja, Direktur Tak Bisa Hidup Tanpaku

Setelah Berhenti Kerja, Direktur Tak Bisa Hidup Tanpaku

Nadia tidak peduli, dia membuka pintu dan keluar dari mobil. Menginjak tanah yang basah, suasana hati Nadia langsung membaik. Dia tidak menyangka Gio akan membawanya ke tempat ini untuk melihat hujan. Nadia berjalan untuk sesaat. Kemudian, dia tersenyum sambil berkata, "Bisa melihat hujan adalah pertanda baik. Aku harap tahun ini semuanya berjalan dengan baik." Gio sedang bersandar di samping mobil, melihat Nadia bermain dengan tenang. Dia bahkan tidak menyadari senyuman yang muncul di wajahnya.
9.828.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Nayo Naro
bab nya diulang lg..kirain memang ud tamat, ga taunya msh diperbarui lg. harusnya jgn masuk kategori tamat kl msh mau berlanjut trs, padahal sy suka cerita2 spt ini tp cpt selesai bab nya..kl terlalu panjang jd malas bacanya, krn inti ceritanya sdh kliatan, cm dibuat berbelit2 jd malah bosan..
Nur saadah Nasti
Bab 1 Kumohon Tolong Aku Kelab Awan, Kota Mesia. Hari ini adalah hari di mana Nadia Jihan lulus kuliah. Nadia tidak sempat pulang untuk merayakannya. Karena dia diberi obat perangsang, lalu dijual oleh ayah kandungnya kepada sekelompok pria tua menjijikkan. Nadia melarikan diri dari sebuah ruangan g
Baca Semua Ulasan
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Mereka mengerti kehidupan secara utuh. Caca bosan melihat persekutuan dua manusia itu, selalu saja penuh dengan perdebatan tak masuk akal. Lala merekamnya dengan jelas, ia kemudian mengaplod vidionya ke akun i*******m dengan hastag, ‘dua kucing kelaparan di bawah hujan’. Ya! Saat itu, hujan mendadak turun tanpa diundang. Tanaman-tanaman basah. Mereka masih saja adu argumen di beranda rumah. Ibu mereka belum pulang dari pasar.
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Langit mendung mulai menurunkan rintik gerimis. Embus angin membuat cahaya lilin berayun-ayun dan uang kertas bertebaran. Selena mengusap air hujan di wajahnya sembari bergumam, "Kak Lian, kamu pulang, ya?" Dua titik air hujan jatuh tepat di bawah mata Lian, tampak seperti orang yang tersenyum sembari menangis dalam foto karena tak bisa mengungkapkan kesedihannya.
9.5978.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34.2K kali sebagai foto lagi neduh hujan
Tampilkan Ulasan (394)
Baca
+Pustaka
Alina Tamrin
kalau pak Rudi ada hubungan keluarga dgn Selena apa mungkin orang yg selama ini ada di belakang layar yg ingin membunuh Selena adalah ibu Mira yg TDK ingin Pak Rudi mengetahui kalau Selena adalah keluarganya!. cepat dong perbaharui babnya penasaran nih lanjutatannya ... seru buanget ceritanya .........
Siti Ety rumiyati
Ceritanya sepertinya bagus awl baca jg kok bgs ini ceritanya tp pas lihat babnya banyak bangeeets jd mundur hehe pengin cerita yg tdk trll panjang pengin lht Selena n harvey bahagia kl panjang gini sepertinya banyak tarik ulur bahagia,jatuh lg d angkat lg bahagia jatuh lg dst nya. Btw,Smangat author
Baca Semua Ulasan
Rahasiaku Diketahui Sang Chef!

Rahasiaku Diketahui Sang Chef!

Jemima mengangguk. "Aku sudah lama tidak punya foto yang kusukai." Nathan melihat layar laptop sekali lagi. Lalu mengangguk. "Nanti kukirim." Jemima tersenyum. "Terima kasih." Di luar, hujan mulai turun lagi. Tidak deras. Hanya rintik-rintik kecil yang membasahi kaca. Mereka masih memiliki banyak masalah. Kontrak yang belum aman.
243 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Tersandung Cinta Tuan Muda

Tersandung Cinta Tuan Muda

“Maka aku akan menunggu... sampai diam itu berubah menjadi jawaban.” Adrian tak langsung pergi. Hujan di luar semakin deras, mengguyur jendela apartemen dengan suara yang menenangkan dan mengiris di saat yang sama. Naira berdiri perlahan, menghampiri meja dan merapikan foto-foto yang berserakan di sana. “Foto ini...” ucapnya lirih sambil mengangkat salah satu dari gambar itu. “Kamu tahu hal yang paling menyakitkan dari semua ini?”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Malam itu, hujan turun deras. Di sebuah bangunan tua tak jauh dari kota, wanita lusuh itu duduk memeluk lututnya. Rambutnya basah, wajahnya pucat. Di dinding, tertempel foto lama—foto bayi kecil dengan senyum polos. “Dania…” bisiknya sambil mengusap foto itu. “Ibu tidak akan kehilanganmu. Ibu tak akan membiarkanmu mereka ambil lagi. Tidak akan."
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
RADANIA

RADANIA

ucapnya sendu seraya menatap foto tersebut. "I love you, but i hate you," Tak lama Dania merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya sambil memeluk bingkai foto tersebut. Sedangkan di luar hujan sangat deras, sampai saat ini Raga masih diam di tempatnya, di bawah derasnya hujan dan hamparan angin kencang. "Gue bingung Dan, gue cinta sama lo tapi," lirihnya
9.54.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
LOG PANGGILAN YANG LUPA DIHAPUSNYA

LOG PANGGILAN YANG LUPA DIHAPUSNYA

jawabku. "Gak mungkin!" Klik! Kujepret kamera lalu memintanya untuk membuka di W******p, agar dia melihat sendiri cari foto suaminya yang berdiri di tengah hujan dalam keadaan basah kuyup dan seperti orang bodoh. "Tuh, lihat sendiri," gumamku dengan santai. "Apanya!"
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Nadira hanya mengangguk, bergerak sedikit memberi ruang agar Mahesa bisa berteduh di bawah atap halte yang sempit. Hanya ada jarak setengah lengan di antara mereka. Canggung. Hening. “Hujannya belum juga selesai ya?” ucap Mahesa sambil menatap ke jalanan, suara yang terdengar lebih seperti sebuah pengakuan, bukan sekadar pertanyaan. Nadira tak segera menjawab. Ia menunduk, hanya berkata pelan, “Kadang hujan turun bukan untuk membasahi, tapi untuk mengingatkan.”
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 843 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda Flashback Arka dan Laila Arka mengantar Laila ke taman bermain. Mereka hendak pulang, tapi langit menurunkan air dan membasahi bumi dan menyegarkan udara yang panas. "Hujan, kita neduh dulu." Air menetas membasahi kulit mereka. Arka tak membawa jas hujan. Cuaca tadi siang sangat cerah. Arka tak meletakkan jas hujan di motor.
1017.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai foto lagi neduh hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status