Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BIDADARI SURGAKU

BIDADARI SURGAKU

Bisikkan di sujudku Di sepertiga malamku Untuk Kehadiranmu sempurnakan imanku Haa-aa Saat kau memilih Aku yang pantas untukmu Hati ini berikrar 'Tuk s'lalu menjagamu Uu-uu Kuyakin kaulah jawaban Di setiap pintaku Walau Ku belum tahu namamu Bisikkan di sujudku Di sepertiga malamku Untuk Kehadiranmu sempurnakan imanku Buang cerita lama Rangkai cerita baru Menua bersama Aa-aa Kuyakin kaulah jawaban Di setiap pintaku Walau Ku belum tahu namamu Uu-oo Bisikkan di sujudku Di sepertiga malamku Untukku Kehadiranmu Kuyakin kaulah jawaban Di setiap pintaku Walau Ku belum tahu namamu
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai puisi rumahku
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Uussuciati
Thor kasian zaira di bikin menderita mulu, ceritanya jangan di ulang " mulu dong Thor, pasti setelah ini zafran di suruh nikah Sama Arumi deh, kasian zaira Thor.. Pasti hatinya sakit kalo zafran nerima arumi jadi istri 2 nya Thor di kasih kebahagian gitu Thor buat keluwarga kecil mereka... semangat
repetition
halo, kak. izin promosi. Kalo berkenan, bisa mampir ke ceritaku, ya. Judulnya "Anak-Istri Kalah dengan Teman Suami." Kisah ini menceritakan sosok perempuan tangguh yang berjuang untuk mempertahankan keluarganya. Terinspirasi dari kisah nyata, terima kasih ...️
Baca Semua Ulasan
Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

BERBAGI SUAMI! Aku sudah di rumah mungil bercat biru telur asin. Ya..itu adalah rumah impian yang dulu aku percayai sebagai rumah syurga di duniaku. Rumah impian penuh kebahagiaan dimana ada aku dan suami juga anak-anakku melewati hari- hari sampai masa tua nanti, dan hanya maut yang memisahkan. Tapi kini entahlah....ending cerita rumah bahagia itu aku pun tak tau!! Biarlah saat ini mengalir apa adanya...!! Biarlah pohon yang sudah bercabang ini menunggu waktu hingga cabang mana yang roboh tertiup angin. Aku pasrah, lirihku.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
Aku Padamu, Gus!

Aku Padamu, Gus!

“Ke rumahmu saja! Aku mau istirahat.” Akhirnya kami pulang ke rumahku. Baru dua hari aku meninggalkan rumah, tetapi rasanya sudah lama tidak datang. Banyak dedaunan berserakan di depan rumah dan bunga milik Ibu berjatuhan. Aku harus rajin ke sini supaya rumahku tidak seperti kapal pecah. Rumah ini sudah khas seperti rumah hantu. “Aku akan bantu beresin rumah kamu.” Tiba-tiba Gus Azam berdiri di sampingku seolah mengerti apa yang ada dalam pikiranku.
1061.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
Stuck In H2SO4

Stuck In H2SO4

Hilda Ehh kamu kemana Sya Aku sudah tungguin tapi ngga ada Maaf ges aku pulang ke rumah Momy sayang Oalah okey Setidaknya kalo ada musik kan ngga begitu krik krik. Tapi ketenangan ku berubah begitu mobil membawa ku ke kawasan perumahan yang sangat ku kenal. "Loh Pak kalo boleh tau kenapa ke sini ya?,"tanyaku bingung.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
Dalam Diamku

Dalam Diamku

POV Rumah Rajasa Baru sehari ditinggalkan oleh Miranda, rumah Bu Merry sudah terasa sangat tidak nyaman. Tidak ada yang memasakan sarapan dan makan malam, lantai terasa berdebu karena tidak disapu dan dipel, serta cucian kotor yang menumpuk di sudut kamar.
8.545.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
AKIBAT PELIT PADA ANAK ISTRI

AKIBAT PELIT PADA ANAK ISTRI

Pov : Yuli Mataku terasa begitu berat. Menangis pun rasanya percuma. Keadaan tetap tak bisa kembali seperti semula. Rumah, harta satu-satunya yang kumiliki sudah terjual beberapa hari yang lalu. Ah sudahlah. Daripada aku pinjam sana-sini yang ada hanya dapat makian, lebih baik jual yang ada. Toh masih ada rumah peninggalan bapak dan ibu.
9.7335.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.4K kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
Bayaran Cinta Sang Miliarder

Bayaran Cinta Sang Miliarder

Aku berdiri di balkon rumah kami di Ubud. Udara hangat menyentuh kulitku, semilir angin membawa aroma kayu manis dan hujan semalam. Di kejauhan, suara gemericik air sungai menyatu dengan suara dedaunan yang saling berbisik pelan. Di tanganku, draft buku pertama yang kutulis: “Bosku Adalah Suamiku – Kisah Tentang Perang, Cinta, dan Harga Diri.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Kini keringat dingin mulai muncul dan kakiku semakin berat melangkah. Oh Tuhan, apa yang aku lakukan sekarang? Benarkah rumah ini tidak lagi menyimpan kengerian di masa lalu dulu? Sebenarnya, banyak sekali perubahan pada rumah ini yang membuatku takjub. Walaupun sudah sah dimiliki oleh om Agung, aku tetap menyebut rumah ini sebagai Rumah Kakek. Entah mengapa, karena memori yang ada di rumah ini sangatlah kuat. Suka, duka bahkan hal menegangkan pun aku alami juga di sini.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Ayuk kulihat sedang menuliskan sesuatu di dalam buku. “Lagi ngapain sih, Ayuk?” Aku bertanya lalu duduk disampingnya. “Nih baca!” ucapnya sambil menyodorkan buku yang tadi ia tulis. Sebait puisi untuk ibu. Judul: Ibu, Aku memelukmu dari bayangku di sini Mengecup bayang kakimu yang renta Kulitmu penuh luka Bentuk kasih sayangmu padaku, mencari nafkah
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

ucap Aira pelan, suaranya hampir tenggelam dalam keheningan. Arsen menghentikan langkahnya dan menoleh. “Takut apa?” “Takut kamu capek ngurusin aku terus.” Arsen menatapnya beberapa detik. Kali ini tidak ada senyum main-main, tidak ada nada bercanda. “Kamu itu rumahku, Ai,” ucapnya pelan, suaranya rendah dan mantap. “Orang nggak pernah capek pulang ke rumah. Justru di rumah, capek itu hilang.”
10816 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi rumahku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status