Suami Preman Ternyata Sultan
Diantara dua temannya itu, Hana lebih nyambung kalau diajak ngomong, juga lebih bisa dipercaya.
Beberapa detik menunggu Hana di video call, akhirnya terhubung juga. Wajah centil sahabatnya itu muncul di kamera, tanpa hijab. Dia sedang sendirian di kamar. Wajar tidak mengenakan hijab. Rambutnya yang agak mengembang itu membuat wajahnya jadi semakin manis.
“Halo, Beb! Tumben VC? Eh, tunggu dulu, kamu dimana itu? Kok, kasurmu elit begitu?” Hana memperhatikan area di kamar Qizha.
Hot Chapters