Terlahir Kembali di Rahim Perundung
Pedro bertanya dengan dingin, "Kamu benaran nggak peduli sama adikmu?"
Fredy menatap mataku lekat-lekat dan membalas, "Biarkan saja. Lagian, dia juga nggak peduli sama nyawa orang lain."
Kemudian, Fredy hendak pergi. Sebelum keluar, dia berhenti sejenak dan menambahkan, "Pedro, kamu mungkin nggak percaya. Tapi, aku percaya pada karma."
Aku menatap pintu. Sosok Fredy tidak terlihat lagi, tetapi kalimatnya masih terngiang di benakku. Sepertinya kalimat itu bukan untuk Pedro, melainkan untukku. Ini provokasi atau penyesalan?
Bab Populer