Darling Enemy
Ia sesungguhnya masih bimbang.
"Gue pengen nanya, La. Sorry to say ya, La. Bukannya gue nggak setia kawan sama Liya. Gue sih dengan senang hati membantu dan ngedukung lo bedua selama lo bedua itu seneng-seneng aja dan ikhlas melakukannya. Cuma jujur ya La, gue liat yang seneng itu cuma Liya. Sementara lo enggak. Lo kayak kepaksa banget gitu ngelakuinnya. Kalo lo emang nggak yakin mau ngelakuinnya, better lo batalin deh rencana kita ini. Dari zaman kita SMP kan kita udah sepakat untuk meniadakan pemaksaan dan azas manfaat dalam persahabatan kita. Lo terpaksa, La?" Tanya Pandan penasaran. Ia merasa harus adil dalam bersikap di antara dua sahabatnya ini.
Hot Chapters