Ada sesuatu yang indah tentang pertanyaan ini—seperti halaman pertama novel yang belum terbaca, atau adegan sebelum credit title anime favorit menggelinding. Persahabatan bukan sekadar label, tapi ruang di mana dua jiwa memilih untuk saling merawat cerita masing-masing tanpa paksaan. Aku membayangkannya seperti taman kecil di musim semi; kita bisa duduk di bangku yang sama, berbagi camilan sambil tertawa melihat kucing berkeliaran, atau diam-diam menikmati senja tanpa perlu banyak kata. Bukan tentang 'bisa' atau 'tidak', tapi apakah kau mau mencoba menulis bab baru bersama, dengan tinta yang kadang berwarna candaan konyol, atau coretan serius tentang luka-luka kecil yang kita bawa dari dunia luar.
Dan jika kau mengizinkan, aku ingin persahabatan kita seperti OST yang selalu diputar ulang—penuh motif familiar yang nyaman, tapi cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan tempo perubahan hidup. Bisa dimulai dengan diskusi random tentang karakter 'One Piece' yang paling underrated, atau saling mengirim playlist lagu-lagu sedih di tengah malam. Aku percaya hal-hal remeh justru sering menjadi benang merah terkuat.