The Architecture of Us
Auren Navégambar sedih menangisdialog batu menangispap mata menangisdengarkan geisha lumpuhkan ingatanku
Dengan jari yang agak gemetar karena gugup, Ghea mengetik pesan:
*Pagar depannya udah dibuka semua sama orang proyek. Makasih ya, Arga.*
Ghea mondar-mandir di antara pot mawar menanti balasan dengan jantung yang berdegup kencang. Dua menit kemudian, ponselnya bergetar.
*Arga: Sama-sama. Itu murni agar tim saya tidak terganggu oleh protesmu lagi.*