Candu Dekapan Kakak Ipar
Alisnya berkerut.
“Ada apa?” tanyanya heran. Lalu sejeak tersenyum. “Tumben kalian di sini, Mbak—”
“Kamu serius nanya itu?” potong Fairish tajam, melangkah mendekat. “Atau kamu memang jago pura-pura?”
Karin tertegun. “Apa maksud Mbak?” suaranya masih terdengar tenang.
Fairish tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak hangat. “Licik,” ucapnya pelan, tapi jelas. “Dan jahat.”