Legenda Pendekar Biru
Hanya saja yang ditungganginya bukan kuda, melainkan harimau buas yang telah menjadi dewa.
Wush! Tap!
Si Hawuk juga ikut melompat dan mendarat mulus di atas lahunan tuannya.
“Dasar kucing pemalas,” ketus Galuh.
“Pii, pii, pii,” Si Hawuk tidak peduli.
Alih-alih mendengarkan Galuh, kucing buntal itu malah meringkuk di lahunannya. Tidak lama, Si Hawuk pun mendengkur pulas.
“Haiiss, mengapa aku memiliki kucing seperti ini,” Galuh menggeleng.
Hot Chapters