Candu Dekapan Kakak Ipar
“Kalau kamu capek nunggu, ya istirahat. Tapi gak boleh nyakitin orang lain begitu.”
Narendra yang sejak tadi menahan diri langsung ikut nimbrung. “Iya! Kamu itu main ayunan, bukan main dorong-dorongan. Kalau mau dorong, dorong ayunan, bukan temen sendiri.”
“Dan itu jahat,” sambung Binar cepat, wajahnya cemberut. Ia menghampiri gadis yang tadi jatuh, lalu menggenggam tangannya. “Kamu ikut main sama kita aja. Kita gantian, kok. Gak ada yang dorong.”