Katamu Uang Tak Kenal Saudara
Mas Rahman melongo.
"Biar aja, Mas. Aku jengkel sama kakakmu itu. Kita susah, jangankan mendekat, nanya kabar aja nggak pernah. Bahkan kita sampe ngemis bantuan sama mereka, apa mereka peduli? Sekarang dia susah, seenaknya saja nyuruh cari pinjaman uang." Aku kesal bukan main. "Hapenya biar aku aja yang bawa. Urusan Kakangmu itu biar jangan Mas pikirin." Aku lalu bergegas menuju tukang sate.
"Mang, satenya seratus ribu, nggak pake lontong, dibungkus, bumbunya dipisah." Kupesan sate untuk dibawa pulang.
Hot Chapters