Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Metropolitan Sigma

Metropolitan Sigma

Aku menengok ke arahnya lalu akhirnya mataku terpaku ke arah rahangnya. Wah... rahang itu, persegi. Juga ada seutas sembulan urat di bagian lehernya. Kulitnya kecoklatan... hidungnya mancung dan matanya saat tidak menghadapi pekerjaan ternyata terlihat teduh. Biasanya dia menatap dengan tajam seperti tidak suka, atau muak kalau melihat manusia lain.Tapi saat ini ia menatap jalanan di depan kami dengan lembut. Juga... itu lengan baju kenapa sempit begitu?
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Gerhana

Gerhana

Hidupnya setiap saat selalu bersinggungan dengan kekerasan dan kepalan tangan. Karena posisi sofa yang tidak terlalu tinggi, Gerhana kini bersimpuh di hadapan Tangguh. Memandangi wajah damai Tangguh yang tengah tertidur nyenyak. Tanpa bisa ia tahan, jari telunjuknya menelusuri setiap memar di wajah Tangguh dengan lembut. Gerhana kasihan sekaligus terpesona. Ternyata struktur wajah laki-laki begitu berbeda dengan dirinya sendiri. Semua sisi-sisinya begitu maskulin. Terutama rahang Tangguh. Ia menyukai bentuknya. Keras dan tegas.
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai gambar rahang
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
diyah dhee
Cerita ga pernah gagal, selalu bikin candu. Ga trlalu banyak bab, jd ga bertele2. Cuman yg bikin penasaran urutan bacanya dr mana ya? Kadang bingung sama tokoh2nya. Nyambung smua, atau aku yg lemot ............
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
KUMINTA CERAI KETIKA RAHASIA SUAMIKU TERBONGKAR

KUMINTA CERAI KETIKA RAHASIA SUAMIKU TERBONGKAR

Ia langsung menunduk memainkan kuku-kukunya yang rapi. Bukannya langsung membuka perekat amplop, Rania malah sibuk menatap keseluruhan wajah Roland yang tampan blasteran Pakistan. Di wajahnya, tumbuh brewok tipis yang bisa menggoda banyak kaum Hawa. Hidungnya mancung melengkung. Mata bulat Elang itu tidaklah menyeramkan, malah meneduhkan. Beradu dengan dua alis yang tebal gagah.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Putri Pewaris

Pembalasan sang Putri Pewaris

Batin Hana. "Kamu kok malah balik bengong, ada apa??" Tanya Rangga dengan tersenyum. Apa lagi Rangga itu adalah pria tampan yang memiliki lesung pipi, bahkan juga gisul. Siapapun yang memandangnya pasti akan jatuh cinta. "Nggak ada apa-apa!" Jawab Hana dengan mengalihkan pandangan ketika ditatap oleh Rangga. Rangga mengerti dan mengangguk. Lalu Hana menatap Rangga kembali.
7.415.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Kamar 2A

Kamar 2A

—nama yang kelewat manis untuk bangunan tua seperti ini—berdiri sunyi, seolah semua penghuninya sedang menahan napas. Secara fisik, Rara memiliki penampilan yang tidak mencolok namun memikat dengan caranya sendiri: tinggi sedang, tubuh ramping karena lebih sering melewatkan makan daripada diet sengaja, dan rambut hitam gelombang ringan yang selalu ia ikat sembarangan ketika bekerja. Wajahnya berkulit sawo matang halus, dengan mata gelap yang terlihat lelah namun tajam, jenis tatapan yang menyimpan cerita panjang di baliknya. Ia jarang memakai riasan kecuali lip balm dan bedak tipis.
571 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Ia lelah fisik, mental, semuanya berantakan. Hingga Jagara akhirnya maju selangkah, lalu dengan geram mengangkat dagu Raya dengan dua jarinya, memaksa wajah itu mengarah kepadanya. Dan saat itu pula Jagara melihatnya, memar ungu di rahangnya.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Misi Memikat Bos Wanita

Misi Memikat Bos Wanita

Dia sangat normal, kecuali keringat yang membasahi dahi juga bibir pucat yang membuatnya tampak menyedihkan. Rambut Rafael yang sebelumnya disisir rapi kini berantakan. Kancing atasnya sudah lepas. Ada robekan di pakaian putih itu yang cukup menjelaskan betapa kasar seseorang memperlakukannya. Karena robekan dan kancing lepas, Khahitna bisa melihat tulang selangka di bawah lapisan kulit seputih susu Rafael. Tampilan tulangnya bahkan sangat indah, sangat menggoda. Namun, tidak selamanya menjadi tampan itu membawa keuntungan. Khahitna tersenyum, lalu duduk di samping Rafael. Dia menurunkan tubuh hingga hampir menindih Rafael. Napasnya menyapu kulit wajah mulus dan halus pria di bawahnya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

seru Sanggageni. Arya menoleh, memperhatikan lekat-lekat wajah kekasihnya yang masih terpejam setelah peristiwa aneh yang dialami. Wajah Rara Anjani tampak begitu segar dan bersih. Rambut hitam bergelombangnya terikat sebagian ke belakang. Bibirnya merah muda dan cerah. “Rara, telingamu utuh!” seru Arya. “Apa yang sebenarnya terjadi, Ayahanda?”
1098.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Mata Hara memicing kesal pada keduanya. "Oh..bersembunyi tentu saja," jawab Diara. "Angsanya sudah pergi. Kalian bisa keluar." Rendi bisa di katakan lebih tampan dari Hara. Rambut dengan model koma. Bibir seperti busur Cupid. Kulit putih. Matanya agak sipit. Kurus dan sedikit berotot. Well, cukup membuat Hara cemburu.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Ranjang Kehidupan

Ranjang Kehidupan

ujar Rania melangkah masuk tanpa memedulikan orang yang menyapanya tadi. “Siap!” “Hai, selamat pagi!” ujar Rania kepada kasir yang menunggu, itu adalah teman Rania yang dia maksudkan. “Hai, Rania, pagi benar kamu datang?” sapa dia kembali. “Aku membutuhkan bantuanmu!” ujar Rania tanpa basa-basi. Perempuan di depannya itu, yang mengenakan kaos putih bercelana panjang, rambutnya terurai, tersenyum bingung. “Bantuan apa yang bisa aku berikan?” tanya dia.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai gambar rahang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status