Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kembalinya Sang Mantan Pasukan Elite

Kembalinya Sang Mantan Pasukan Elite

Keduanya sama-sama berbahaya. *** Di sisi kota yang lain, Alex menyapu lantai dapur dengan gerakan pelan. Zea duduk di meja, menggambar rumah dengan dua pintu. Satu pintu berwarna cerah, satu lagi abu-abu. "Yang ini rumah ibu," kata Zea, menunjuk pintu abu-abu. "Yang ini rumah Paman Alex." Alex berhenti menyapu. "Kenapa dua?"
103.7K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

Ia mulai panik. “Luar kota. Rumah dua lantai, pagar putih, nomor 23.” Wira diam beberapa saat. “Jl. Pulau Nias, sepertinya kecamatan Bandara Timur. Di seberang rumah ada toko bangungan Mekar Indah,” lanjut Wira.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Dua kejadian di kamar tidur yang sama dan satu kejadian di kamar mandi. Sesampainya di lantai dua, Bayu mengamati keadaan lantai dua. Ada sofa biasa di lantai dua dan satu meja Biliar. Bayu melihat ada tiga pintu yang diduga pintu kamar tidur. Bayu berkeliling area lantai dua dan menemukan pintu di antara dua kamar tidur. Dia menduga pintu ini adalah pintu kamar mandi. Bayu mencoba membuka pintu tersebut. Kenop pembuka pintu diputar, lalu pintu terbuka.
9.315.5K viewsOngoingAdded to Library 356 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Pewaris Darah Cemani

Pewaris Darah Cemani

Setiap pintu mewakili akses ke satu hunian yang hanya tersekat dinding pembatas antara hunian lain dengan hunian yang lainnya. Tapi rencananya, Wintang hanya akan meminjamkan satu pintu bangunan saja untuk ditinggali oleh Mbah Tarjo dan juga keluarganya. Lagi pula, bedakkan tersebut cukup luas. Setiap pintu memiliki beberapa ruangan di dalamnya. Ada dua kamar dan satu dapur beserta kamar mandi di sana, cukup untuk menampung Mbah Tarjo, Mbok Marni dan putri tunggal kesayangan mereka.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
I Am Your Eyes

I Am Your Eyes

Kemudian mengalihkan pandangan pada sebuah rumah mewah bertingkat dua yang berada di balik gerbang. 'Komplek perumahan Cendana Indah, rumah nomor 23. Kalau dari alamat yang Umi tulis emang bener ini rumahnya. Tapi kok kelihatannya sepi banget, ya?' gumamku dalam hati. Aku berjalan lebih mendekat ke arah gerbang. Mencari siapa tahu ada bel yang bisa aku pencet. Namun, seorang satpam sudah terlebih dahulu keluar dari dalam sebuah pos yang letaknya agak jauh dari gerbang. Satpam pria paruh baya itu segera berlari.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

“ Balas Alfi. “Baiklah, ayo.” Ajak Kartika pada Alfi. “Ok.” Jawab Alfi dengan nada genit. “Dasar mesum” Kataku. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka berdua sampai di rumah Kartika. Rumah yang terletak di komplek sederhana, bercat putih dengan pagar besi didepannya. Terlihat pohon mangga didepan rumahnya berdiri tegak di kebun kecil itu. Kartika menggeser pagar besi itu dengan kuat dan berjalan ke depan rumah bersama Alfi. Yang membuat Alfi heran adalah rumah ini tidak memiliki pintu. Rumah ini dipenuhi jendela di setiap temboknya.
915.9K viewsOn holdAdded to Library 493 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Jebakan Cinta sang CEO

Jebakan Cinta sang CEO

Bisa tidak sih dia diam saja? “Enggak perlu. Soalnya gue mau ke kamar dulu. Tuh sudah sampai.” Aku menunjuk rumah kecil berwarna hijau yang dikelilingi oleh pohon tinggi. Pada daun pintu rumah tersebut, tertulis angka 2. Aku pun berhenti di samping patung kurcaci yang ada di depan bangunan itu, lalu melambaikan tangan pada mereka. “Kalau gitu sampai jumpa besok. Dadah.”
1028.1K viewsCompletedAdded to Library 928 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Saat dia duduk di ruang tengah, waktu pertama kali masuk rumah ini. Ada tanggalnya. Dua minggu lalu. Rumah ini… sudah mengawasi mereka sejak lama. Dan bukan cuma mereka. Zaki menoleh ke pintu yang baru terbuka di sisi lain ruangan. Di balik pintu itu… lorong gelap membentang, dengan puluhan pintu kayu di sisi kanan dan kiri. Di tiap pintu, tertulis nomor. Nomor satu. Nomor dua. Nomor tiga… sampai nomor seratus.
10809 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku [Lihat ini, bagus sekali kan? Kamu dapat oleh-oleh apa dari suamimu, Shanum?]" Pesan dari Eva, calon istri dari teman sekantor suamiku sekaligus sahabatku di waktu SMA dulu. Ia memperlihatkan sebuah Bros motif pintu Aceh berwarna gold, manis sekali.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
Cinta Akhir Oktober

Cinta Akhir Oktober

Pak Edi menunjuk sebuah kursi, mempersilakan Rino duduk, agar lelahnya hilang setelah seharian berada dalam Bus. "Iya, Pak." Rino mengangguk. Ia kembali terkagum dengan isi rumah yang tertata rapi. Sangat rapi dan bersih. Rupanya rumah ini terdiri dari dua lantai, lantai bawah tak nampak satupun pintu ruangan. Hanya ada pintu masuk depan, dan pintu keluar di samping. Belakang Rino duduk, terdapat jendela lumayan besar, yang tertutup tirai tipis berwarna putih. Dari dalam, dapat terlihat mobil merah yang tadi Ia tumpangi.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as rumah pintu 2
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status