Cinta Akhir Oktober
Pak Edi menunjuk sebuah kursi, mempersilakan Rino duduk, agar lelahnya hilang setelah seharian berada dalam Bus.
"Iya, Pak."
Rino mengangguk.
Ia kembali terkagum dengan isi rumah yang tertata rapi. Sangat rapi dan bersih.
Rupanya rumah ini terdiri dari dua lantai, lantai bawah tak nampak satupun pintu ruangan. Hanya ada pintu masuk depan, dan pintu keluar di samping.
Belakang Rino duduk, terdapat jendela lumayan besar, yang tertutup tirai tipis berwarna putih. Dari dalam, dapat terlihat mobil merah yang tadi Ia tumpangi.
Hot Chapters