Mencuri Hati Tuan Hamish
Kalea sontak menoleh dengan mata terbelalak.
“Maksudnya?”
Hamish tersenyum, lalu menyodorkan tespek di tangannya.
“Garis dua,” ucapnya. Bibirnya tersenyum, tetapi matanya berkaca-kaca.
Kalea membekap mulut. Jantungnya serasa hendak meledak kala tatapannya tertumbuk ke garis dua yang terpampang di tespek.
“I-ini? Ini ….” Tangan Kalea gemetar memgangi tespek. Matanya mulai berair.