Tak Cukup Satu Lauk
Awalnya aku lapar, melihat tingkah mamak, nafsu makanku hilang, aku membiarkan mamak dan bapak sarapan berdua, sedangkan aku memilih kembali masuk ke dalam kamar.
"Kenapa kak?" Tanya adikku yang sedang sibuk memainkan ponselnya tanpa menoleh ke arah ku.
"Biasalah" ucapku sambil menghela nafas panjang.
"Sudah macam rudal mulut mamak itu kalau bicara" sambung adikku"
"Ish mulutmu ini, biar bagaimanapun mamak kita itu"
"Aku tau dia mamak kita, tapi kalau bicara suaranya tak bisa pelan, menggelegar, terus setiap kemauannya harus ada, sampai kapan kita terus menerus seperti ini?"
Bab Populer