Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Kepalanya berdenyut nyeri dan semakin nyeri kala ia mengingat kejadian di kampus bersama Justin. "Aku lapar lagi. Ah... kenapa aku jadi mudah lapar seperti ini? Aneh." Ivana tidak mengerti pada dirinya yang akhir-akhir ini mudah sekali lapar. ***
10171.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

Awalnya aku lapar, melihat tingkah mamak, nafsu makanku hilang, aku membiarkan mamak dan bapak sarapan berdua, sedangkan aku memilih kembali masuk ke dalam kamar. "Kenapa kak?" Tanya adikku yang sedang sibuk memainkan ponselnya tanpa menoleh ke arah ku. "Biasalah" ucapku sambil menghela nafas panjang. "Sudah macam rudal mulut mamak itu kalau bicara" sambung adikku" "Ish mulutmu ini, biar bagaimanapun mamak kita itu" "Aku tau dia mamak kita, tapi kalau bicara suaranya tak bisa pelan, menggelegar, terus setiap kemauannya harus ada, sampai kapan kita terus menerus seperti ini?"
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Bocah

Menikah Dengan Bocah

Gia merenggut. "Udah gampang itu mah nanti pulang kondangan kita makan mie Tek Tek atau ngebakso." * Benar saja di dalam mobil Gia mengeluh masih lapar, entah sebesar apa lambungnya di dalam sana, badan kurus tapi makan banyak, hadeuhh. "Ya udah kamu mau makan apa?" "Engga usah lah, kan ada ini." Gia membuka tas tentengannya.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku

Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku

"Iya ya. Terserah kamu aja." Riri hanya menyimak obrolan mereka berdua. Dengan tangan mengelus perut. Bukan salahnya jika dia mengalami kram dan nafsu makan yang menurun. Apapun yang dimakan rasanya terasa hambar. Jika makan lebih dari beberapa suap maka dia akan merasakan mual dan ingin muntah. Perutnya penuh seperti habis makan banyak. Bersambung ....
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Rasa laparnya hilang karena khawatir memikirkan nasib putrinya. Saat tiba di kantin, Gayatri makan dengan menu ikan dan sayuran hijau saja. Kalau asam lambungnya kumat, ia cenderung sensitif terhadap makanan yang bersantan dan berminyak. Baru menelan beberapa suap, Gayatri sudah merasa kenyang. Perutnya begah dan mual. Ketika rasa perih di lambungnya menajam, Gayatri memejamkan mata. Ia membenamkan wajahnya pada lipatan kedua tangannya di atas meja.
1051.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Dia Gampang Dibujuk

Dia Gampang Dibujuk

Aku melepaskan bibirnya, tersenyum, lalu berkata, "Kamu pintar banget ciumannya, aku suka." Dia ikut tersenyum, mengacak rambutku. "Istriku segampang itu dibujuk?" Memang sangat gampang dibujuk. Namun, kegampangan itu semata-mata hanya karena cinta.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Gulai yang biasanya mengundang rasa lapar tapi kali ini membuat perut berontak. Ku masukan sendok berisi nasi gulai ke dalam mulut. Enak, tapi baru satu suap saja perut seperti di aduk-aduk. Huweek... huweek... Ku keluarkan nasi gulai yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi. Perut rasanya terkuras habis, lemas. Hilang sudah nafsu makanku. Aduh, apa jangan-jangan aku hamil. Ah, tidak, tidak, tidak, pasti hanya masuk angin saja. Akibat stres, kelelahan jadinya sakit.
10128.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Godaan Dokter Cantik

Godaan Dokter Cantik

Kenapa baru sekarang lapar… batinnya, merasa sedikit kikuk. Suara kecil dari perutnya terdengar—cukup pelan, tapi cukup jelas. Aran yang dari tadi hanya diam langsung terkejut. Ia tersenyum samar, menahan tawa. “Lapar?” tanyanya pelan, suara masih serak. Lala memejamkan mata lebih erat, malu. “Sedikit,” jawabnya lirih, nyaris tak terdengar.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Selir Hati Tuan Muda

Selir Hati Tuan Muda

Ia membeli dua buah air mineral gelas yang seketika diminumnya. Dahaganya hilang tapi perutnya masih lapar. Sepasang kakinya menyusuri jalan mencari penjual makanan. Ia berhenti di sebuah restoran kecil. Gendis mengintip dari luar. Di dalam sana banyak orang sedang makan dan tampak begitu lahap. Air liur Gendis hampir saja menetes dibuatnya. Gendis menyentuh perutnya yang kempes. Rasa lapar semakin menggigit. Membuatnya tidak tahan lagi. Apalagi setelah melihat aneka lauk di etalase yang begitu menggoda selera.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami

Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami

Nasib baik juga tangga kokoh ini siaga, jika tidak, tak bisa mengelap bersih lembar pisang-pisangan ini hingga ke pucuk daunnya. Aku merasa menderita phobia perut kosong. Hingga berkeringat dingin dan gemetar saat lapar tak mampu lagi kutahan. Sah, kegiatan elus elap ini harus jeda sejenak. Masa bodo dengan aturan dari Idris dan juga cctv.
10734 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status