Tukang Pijat Tampan
Gerakannya terlalu cepat untuk ditangkap mata telanjang, dan langkah kakinya terlalu senyap untuk didengar telinga yang waspada.
Pria pertama menerjang dengan ayunan pipa besi yang brutal. Namun, sebelum besi itu sempat membentuk setengah lengkungan di udara, Adit sudah berada di dalam ruang personalnya. Jari-jari Adit mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan kekuatan catut baja.
Krak! Bunyi patahan tulang yang singkat dan kering memecah udara. Tanpa sempat mengeluarkan teriakan, pria itu roboh, kesadarannya direnggut paksa oleh rasa sakit yang melumpuhkan.