Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
Ibu langsung mencengkeram busurnya, menggigit bibirnya.
Tidak ada yang sadar, kecuali Ayah, bahwa Ibu sudah tidak lagi di tempat. Tiba-tiba dia hilang dari padang rumput. Ayah mencari keberadaannya, mengamati sekitar, dan berhasil. Ibu sedang meletakkan panahan di gelanggang ketika semua orang di gelanggang bersorak keluar, mengangkat Jenderal tinggi-tinggi.
Orang kedua yang menyadari Ibu pergi, adalah Kara.
Beliebte Kapitel