Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
Kami yang tidak mengerti apa-apa hanya diam mendengarkan, sedikit penasaran dengan keadaan ini.
"Banyak yang hilang, Mas. Sudah dua bulan ini, aku sampai stress memikirkannya," kata Ibu memijat keningnya.
"Apa yang hilang, Bu?" tanyaku ingin tahu.
"Sawit Ibu, Len," kata Ibu pelan. "Kok, ya sudah dua bulan ini selalu hilang. Selalu di eggrek sebelum waktunya," lanjutnya lagi.
"Loh, kok bisa? Bukannya dijaga Mang Akim, ya?" tanyaku kaget.