Tentang Harapan
Aku bersedia menjadi tempat bersandar
Dikala kamu membutuhkan sebuah tumpuan
»|«
Tepat pukul 8 malam, hujan mengguyur kota Bandung dengan hawa dingin yang menusuk membuat siapapun enggan beranjak dari kasur kesayangannya.
Beda halnya dengan Kenzo yang sedang duduk termenung di teras rumahnya seraya memandangi rintikan hujan membasahi tanah. Pikirannya melayang jauh, memikirkan seseorang yang akhir-akhir ini sering memenuhi otaknya.
“Kira-kira, Jihan lagi apa, ya?” gumamnya seraya memandang langit gelap.
“Lagi mikirin kamu, dong.” Tiba-tiba saja, Rey datang merecoki acara melamun Kenzo.
Hot Chapters