Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

Di jalanan Juneya, Gwen dengan penuh antusias menggandeng lengan Wiliam, berlama-lama di butik jam tangan mewah. Dia menunjuk sebuah jam tangan edisi terbatas di etalase, suaranya manis dan lembut, “Kak Wiliam, jam ini unik sekali!” Wiliam mengikuti arah jarinya, lalu mengangguk dan berkata pada pegawai toko, “Bungkus.”
13.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

desah batari yang membuat milik victor berkedut hebat. Geraman dan desahan berat memenuhi kamar yang kedap suara itu. Victor mengerang dengan kepuasan jiwanya ikut terhisap seperti miliknya didalam saluran berdenyut itu. Lenka mengambil alih wadah Batari dengan sempurna. Ia memanipulasi setiap denyutan, setiap aroma, dan setiap gerakan otot yang membakar Victor hingga tak bersisa. “Aargh shit, milikmu enak sekali sayang..hmm arg!” Lirihan Victor sembari terus memompa tubuhnya, benturan daging menjadi melodi sakral yang menulikan telinganya dari kewarasan.
10428 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
My Dangerous Mafia

My Dangerous Mafia

ucap Pria bertopi merah seraya merangkul kedua gadis berambut coklat dan pirang. "Eits, jangan buru-buru. Ayo, kenalin diri kalian dulu padanya." pinta Renzo dan langsung diacungi jempol oleh semua Genk nya. "Hay, kenalin nama saya Violin Jordaness," ucap gadis berambut pirang dengan gaya bahasa dibuat formal. "Nama aku, Agnes Pollion." "Namaku Trigo Gordenes," "Namaku Demin Allentaro." "Dan, terakhir aku. Lorenzo Geraldo. KETUA GENK ON BULLYING." ucap Renzo dengan suara yang ditinggikan diakhir kalimat.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
A.M.O.R.E.G.A

A.M.O.R.E.G.A

jawab raya Sedangkan diruangan Ucup amor sere dan juga Pras dipenuhi dengan heboh Ucup yang kebingungan memilih baju untuk malam terakhir “Aduhh! Yang merah jelek, biru jelek, hijau jelek” gerutu Ucup “IHHH GIMANA DONG SER? BANTU EKE PILIH BAJU DONG” ucap Ucup “Kita ga bakal ke mall cup, gausa ribet deh pake yang ada aja udah” ucap Serena jengah
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Ucap Sabio membuat Arimbi menatapnya. "Om Sabio, kenapa dada Arimbi sakit sekali? di sini sakit sekali," ucap Arimbi membuat Sabio berhenti melangkah. ia menatap gadis kecil yang memegang dadanya sendiri. Kadang Sabio heran, sebanyak apa kosa kata yang dikuasai gadis kecil berumur tiga tahun yang sedang digendongnya ini. "Itu namanya rasa, Arimbi, dan sakitnya berbeda."
9.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

"Bukan obat antibodi? Lalu apa?" Amon menatap kakaknya dengan linglung, menggaruk kepalanya. Neo menarik napas dalam-dalam, menekan kegembiraan di hatinya, dan berkata, "Amon, Nona Muda Kedua terlalu baik pada kita. Obat ini sepuluh kali lebih berharga daripada obat antibodi. Ini adalah 'Ramuan Gen' yang dapat merangsang potensi manusia dan membantu membuka Kunci Gen. Setiap botol berharga setidaknya 20.000 Dolar Amerika.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

“Kenapa aku tidak pernah melihatnya ya?” Grimoire Grimoire adalah buku mantra pribadi penyihir— pendamping magis tempat mereka menulis catatan, pengamatan, ritual, dan banyak lagi. Ini adalah bagian dari lembar memo, bagian dari jurnal, dan sangat kuat. Beberapa penyembuh, terapis, dan praktisi magis telah lama memasukkan tulisan ke dalam praktik mereka. Dari menulis surat untuk membuat penutup hingga buku harian tentang mimpi.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Mereka menyebut nama masing-masing. David, cowok yang tadi menatap dengan intens, postur tubuh sempurna, dengan dada dan dagu di hiasi rambut-rambut halus, membuat dia terlihat macho. Dia memakai kaos boxer gombrong dan celana jeans belel. Jordan, sepertinya lebih pendiam, dan dingin. Kata-katanya juga datar dan tanpa ekspresi, terkesan kasar. Wajah tampan dan fashionable menjadi nilai plus untuknya.
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

tanya Yasa sambil mengelus dagunya. "Mungkin saja itu nama panggilan dari ibunya," sahut Byakta membuat Yasa terdiam. "Lalu, kau lihat sendiri bukan? Ibu Speranza memiliki wajah asli orang Indonesia sedangkan Speranza wajahnya sangat kental dengan Italia," kata Yasa membuat Byakta terdiam. "Mungkin saja ayah Speranza asli Italia," jawab Byakta sedikit tidak yakin. Yasa mengangguk. "Mungkin. Ya sudah, ayo kita pulang!" ajak Yasa dan menarik tangan Byakta.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai genro
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status