Tunangan Kontrak Sang CEO
“Bukan untuk pamer, untuk memastikan jalurnya bersih.”
Studio itu tidak tampak seperti mesin propaganda. Pintu lipatnya berderit, ruangan berukuran tiga kali enam meter, cat putih agak mengelupas; di sudut ada meja panjang dengan dua monitor, satu PC tower tanpa penutup samping, dan rak plastik penuh hard‑disk eksternal. Di tembok menempel poster workflow editor—potongan bagan yang menyebut LUT, noise gate, punch‑in, hal-hal yang bagi sebagian orang sekadar istilah, tetapi bagi tim ini adalah peta. Petugas mendata, memotret, lalu menyalakan komputer dengan write‑blocker terpasang. “Kita tidak memeriksa isi lewat sistemnya,” ujar petugas, “kita buat image dulu.”
Hot Chapters