Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin
“Kamu bayangin saja. Model-model terkenal di Sylan sampai patah hati karena ditolak.”
Selina mengerjap cepat, bibirnya melengkung ragu. “Terus langsung disimpulkan begitu?”
Ersa menahan tawa canggung, satu tangan menggaruk pelipis. “Ada juga kabar lain. Katanya, waktu dia sempat pulang ke Sylan dan pergi ke club, dia malah minta dibawain seorang gigolo ke ruangannya.”
Selina membeku. Otot rahangnya menegang seketika, seolah otaknya lambat mengurai informasi. “Gigolo?” ulangnya nyaris tanpa suara.