Antara Cinta dan Luka
Naya, Maya, Lara, Rian masuk—piano sumbang dibawa lagi, tuts kuning mengilap di bawah lampu.
Naya pegang tangan Ratna, suara serak. “Ma… kami menang. Budi kalah. Hak cipta kembali.”
Tiba-tiba—mata Ratna terbuka perlahan.
“Na… ya?”
Naya nangis tersedu, lutut lemas. “Ma!”
Ratna lihat Maya, Lara. “Kalian… anakku?”
Maya menangis, suara serak. “Aku Maya… dari Ubud.”