Menyerah
Aku berhak bahagia.
"Maaf Mas, keputusanku sudah bulat. Setelah kondisi membaik, aku akan menggugat cerai. Aku minta maaf, kalau selama menjadi istrimu banyak kekurangan, banyak salah. Sekarang kita jalan masing-masing saja, Mas. Mungkin jodoh kita hanya sampai disini, kembali lah pada Mbak Dita, nikahi dia. Bertanggung jawablah, Mas. Jangan jadi pengecut, bagaimanapun juga, anak Mbak Nira itu anakmu juga, adiknya Zila." Suaraku hampir hilang saat mengatakan itu, rasanya berat melepas orang yang kita cinta untuk orang lain. Tapi mau bagaimana lagi, takdirnya harus begitu.
Hot Chapters