Tukang Pijat Tampan
Gerbang ditarik kembali hingga hampir tertutup rapat untuk menyamarkan kehadiran mereka.
Di tengah kegelapan halaman yang mencekam itu, empat pasang mata saling bertaut sejenak untuk mengonfirmasi kesiapan. Tanpa sepatah kata pun, Adit memberikan instruksi melalui isyarat jari, menunjuk ke empat arah mata angin: timur, barat, utara, dan bangunan utama. Tidak perlu ada penjelasan tambahan; rencana ini sudah mereka tanamkan dalam ingatan jauh sebelum mereka menginjakkan kaki di sini.
Mereka pun berpencar.