Menantu Bintang Lima
"Sayang, please … Aku di sini kan, untuk menciptakan kebahagiaan bersama kamu, Sayang? Ya, masa, kamu malah begini? Aku kan, kangen berat sama kamu. Pingin ngecup ubun-ubun kamu, kening kamu juga. Pingin cium pipi kamu, bibir kamu, leher kamu. Semua yang ada padamu. Dan semua keinginan itu, Sayang, karena aku love you very much, much, much sama kamu. Nggak percaya?"
Tidak. Sulit bagiku untuk mempercayai kata-kata Mas Arfen lagi. Sungguh.
"Tolong ulurkan tanganmu, Sayang?"
Aku bergeming. Bukan karena merajuk manja atau yang semisal dengannya. Hanya ingin Mas Arfen menunjukkan kesungguh-sungguhannya dalam hal ini. Benarkah dia bersungguh-sungguh memperjuangkan keutuhan rumah tangga kami walau
Bab Populer