Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelaki Yang Kau Pamerkan Itu Suamiku

Lelaki Yang Kau Pamerkan Itu Suamiku

POV Author “Mama … katanya besok udah sampai di Jakarta.” Mata Launa terbelalak, “Mama, kok nggak bilang?” “Ya, ini udah bilanng, sayang.” “Maksud aku, waktu itu 'kan Mama nggak jadi katanya ….” “Kamu kayak nggak tahu Mama aja, ngomongnya nggak jadi tapi tiba-tiba nongol.”
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 915 kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
MAMA PENGGANTI

MAMA PENGGANTI

“Tidak usah, duit kamu belum sebanyak Papa. Mending kamu tabung buat keperluan nikah” “Baiklah, kalau Mama. mau apa?” “Mama hanya mau kamu sampai sini sehat, udah itu aja. Jangan lupa makan, minum vitamin dan istirahat yang cukup. Okay anak Mama?” “Siap Ma” “Good boy, ya sudah kita makan dulu. Hati-hati abang. See you sayang" "See you Mama dan semuanya"
9.37.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Mama jadi cemas Pa! "Ya udah, coba papa bujuk Rangga dulu kalau begitu, Ma!!" "Iya harus dong Pa!!" "Itu anak kita loh!!" Imbuh mama Rangga. "Iya deh iya, beres!!" Jawab papa Rangga. "Ya udah sana Pa, deketin Rangga sana, nanti kalau dia bicara sama papa jangan lupa kabarin mama ya!!"
1069.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

Air mata Indira jatuh tanpa suara. “Maafkan Mama,” bisiknya. “Mama hanya ingin melindungi kalian. Mama nggak mau kalian ketemu sama dia." *** Komen lagi ya, nanti dilanjut, besok 🤍 Bintang 5 jangan lupa ⭐⭐⭐⭐⭐
9.8347.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Melahirkan Keturunan Untuk CEO

[Khalifa ini Mama. Surat ini Mama tuliskan terkhusus buat kamu sayang. Maaf, Mama nggak bisa tulis panjang untuk memberi tahu sesuatu sama kamu tapi, hari ini … hari ini perasaan Mama enggak tenang. Mama nggak tau kenapa tapi, Mama benar-benar merasakan perasaan tidak tenang. Untuk mengurangi rasa tidak tenang itu Mama ingin memberitahukan kamu.
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia SANG BUPATI

Istri Rahasia SANG BUPATI

“Haikal enggak kangen sama mama, Nak?” “Mama udah pergi selamanya. Jangan datang lagi!!” DEG!!
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Adik Madu

Neraka untuk Adik Madu

ucapku kembali menenangkan Mama. "Kamu harus janji sama Mama, jangan sampai para germ* itu bertindak," ucap Mama dengan tatapan tajam. "Iya, Ma...." Mama memutar tubuhnya setelah ia merespon ucapanku dengan memberikan anggukan. Namun baru berjalan beberapa meter, langkah itu terhenti sedetik kemudian tubuhnya kembali memutar. "Setelah ini jangan bahas apapun soal itu. Ada Papa di rumah."
1030.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Hamil di Malam Pertama

Hamil di Malam Pertama

tanyaku kesal. “Vaulin, kita harus membicarakan masalah penting, jadi stop dulu nonton televisinya!” ujar Mama dengan mengusap bahuku. “Iya, ada apa? Katakan saja!” jawabku tak bersemangat dengan menyandarkan punggung ke sopa. Aduh, aku sangat tak nyaman dengan perut yang kian membuncit ini. Entah makhluk apa saja yang ada di dalamnya?
10101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Mantan

Pesona Sang Mantan

Part 4 Aku mendekat ke Mama, hendak ikut duduk di sampingnya. Belum sampai pantat menyentuh sofa. "Eh, kok ikut duduk, tolong sayang keluarin yang tadi, ya," pinta Mama padaku, kubalas dengan anggukan. "Eh, nggak usah repot-repot, Jeeeng. Oiya ... #&@^÷÷:£,#;#^×£,#;-;'×¥÷^÷ "
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

"Kau tidak pulang bersama Altan?" "A-Altan, Ma?" tanya Ruenna terbata-bata, bingung. Livia terkekeh geli. "Iya. Tadi siang dia menelepon Mama. Katanya hari ini kalian pergi berdua. Mama pikir kalian akan pulang dalam satu mobil." "Ah, iya." jawab Ruenna. "Baguslah kalau kalian mulai akur. Lebih bagus lagi kalau kau segera hamil."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai tapi jangan bilang mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status