180 Hari Menuju Akad
Aku memalingkan wajahku dari Adrian, dan lelaki itu juga menghormati ku dengan menjauhkan jari-jari tangannya dari wajahku.
"Adrian, apakah kantorku masih jauh dari sini?" Aku berusaha mengalihkan pembicaraan karena akh tidak ingin Adrian juga ikut-ikutan bersedih karena diriku.
"Tidak, Nia, kita sudah sampai di kompleks perkantoran mu."
"Mama Arina dimana, Adrian?"
"Mama Arina mungkin sudah sampai di rumah kontrakan kami," jelas Adrian.
Banyak hal yang membuatku penasaran termasuk panggilan mama yang Adrian sebut untuk mama Arina, bahkan rumah kontrakan yang mungkin saja menandakan kalau mereka mulai menetap di Sumatera Barat untuk mencariku.
Hot Chapters