Tak Sengaja Mencintaimu
Begitu mobil berhenti di depan gerbang sekolah, murid-murid berlalu lalang, beberapa orang tua masih menurunkan anak.
Thalia turun lalu membanting pintu dengan keras.
Vanka ikut turun.
Di dekat gerbang, seorang guru laki-laki yang tengah piket berdiri. Pria itu berkacamata dan berwajah ramah.
“Selamat pagi, Bu,” sapa guru itu sambil tersenyum sopan.
Vanka membalas sapaan dan senyumnya. “Pagi, Pak.”
Percakapan itu singkat. Sopan. Biasa. Tapi dari sudut mata Thalia, itu terlihat sangat berbeda.