Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Arkha mulai bersungut-sungut.
Dara menyentuh bahu Arkha dengan lembut. “Dengerin dulu …”
“Iya, iya …”
“Mas, kamu beliin aku hadiah apa untuk anniversary kita kali ini?”
“Nggak beli apa-apa. Biasanya juga kamu nggak minta, Yang. Tumben kali ini minta?”
“Aku mau kalung, Mas. Yang lebih bagus dari punya Tari.”
Arkha berdecak sebal. “Apa masih nggak cukup perhiasan yang aku kasih pas pernikahan kita, Yang? Aku cuma kasih adikku kalung aja kamu ngambeknya kayak gitu.”