Hajatan Tetangga
Setelah kehilangan keluarga, Pak Abdul jadi hilang semangat, semua hartanya dia jual, sebagiannya dia hibahkan.
"Ini tanah untuk kau saja Syukur, urus baik-baik, suratnya nanti nyusul," kata Abdul waktu itu.
"Semua?" tanya Syukur keheranan.
"Iya, totalnya empat hektar, ini kubeli dulu dengan uang halal, percayalah, dari sekian banyak bisnisku ada juga bisnis halal," kata Abdul demi melihat keraguan di wajah sahabatnya.