Cinta yang Salah
“Halo, assalamu’alaikum, Yah. Ini Zidan pulang sama calon istrinya. Kamu cepat pulang ya, Yah? Masalah toko serahkan saja sama orang yang ada di situ. Kamu harus cepat pulang lho,Yah.”
Aku hanya bisa mendengar suara ibu. Volume panggilannya sengaja tidak dikeraskan. Ibu pun menelpon dengan panggilan suara, bukan memakai video call.
“Iya Yah, Ibu tunggu ya? Jangan lama-lama. Langsung pulang lho. Ya sudah, assalamu’alaikum.”
Ibu mengakhiri panggilannya dengan ayah. Ponsel kembali diletakan di atas meja.
Hot Chapters