Suami Perkasa
Suatu malam, Helen menatap Rangga yang sedang menulis catatan keuangan dengan serius.
“Kamu nggak capek?” tanyanya pelan.
Rangga menoleh, tersenyum. “Capek, sih. Tapi aku bahagia. Dulu aku hidup bergelimang harta, tapi hampa. Sekarang aku punya kamu, punya impian yang kita bangun bareng. Rasanya jauh lebih berarti.”
Helen menunduk, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. “Aku juga bahagia, Rangga. Kamu orang pertama yang bikin aku merasa layak dicintai.”
ตอนยอดนิยม