Setelah Kamu Pilih Dia
Rayhan menatap pemandangan itu, lalu berkata lirih, “Lihat, Din. Dia udah ngerti arti keluarga. Dia genggam kita biar nggak pernah lepas.”
Dinda mengangguk sambil mengusap lembut kepala bayi mereka. “Iya, Han. Dan hari ini, aku belajar satu hal. Kebahagiaan nggak perlu mewah. Cukup ada tawa, cinta, dan suara kecil yang manggil ‘Papa’. Itu udah lebih dari cukup.”
Hari itu, kata pertama si kecil bukan hanya sekadar panggilan. Itu adalah simbol awal dari perjalanan baru mereka sebagai keluarga. Sebuah pengingat bahwa setiap detik bersama akan menjadi cerita yang tak tergantikan.