Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sudah Cukup, Tuan!

Sudah Cukup, Tuan!

“Saya tidak pernah minta lebih.” Tatapanku tidak lepas darinya. “Tapi itu bukan berarti saya tidak boleh menjaga diri saya sendiri.” Aku bisa melihat sesuatu bergerak di matanya. Tipis. Cepat. Namun nyata. “Menjaga diri?” ulangnya pelan. “Iya.” Aku mengangguk. “Supaya saya tidak salah tempat.” Supaya aku tidak jatuh di tempat yang salah. Supaya aku tidak berharap pada orang yang tidak pernah berniat memberi.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Jodoh Takdir yang Ditolak Membawa Pewaris Alpha

Jodoh Takdir yang Ditolak Membawa Pewaris Alpha

Malam ini, perasaan itu terasa berat di dadaku. Inara melangkah lebih dekat, merendahkan suaranya. “Kau tak perlu berharap,” katanya pelan. “Dengarkan saja. Perhatikan. Dan ingatlah siapa dirimu.” Aku mengangguk. Itu lebih mudah daripada berbicara. Harapan adalah hal yang berbahaya di Citadel. Terutama bagi seseorang sepertiku.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Ia menunjukkan pada ibu sambil sedikit berharap mendapat pelukan atau pujian. Namun Ibu hanya melirik sekilas dan berkata: “Bagus. Tapi kamu sudah besar, mulai bisa urus hidup sendiri lah. Jangan berharap banyak dari Ibu.” Kalimat itu melekat seperti cap panas di dadanya. Sejak itu, ia belajar satu hal: Kalau ia ingin hidupnya berubah, ia harus mengubahnya sendiri. Tidak ada yang akan datang membantu. Tidak ada yang akan tahu betapa keras ia berusaha.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Harapan Anak Menggantikan Aku

Harapan Anak Menggantikan Aku

Aku tidak ingin menganggunya. Aku hanya menyimpan barang miliknya dan mendoakan yang terbaik untuknya.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

“Kalau aku sehat, berarti aku masih punya harapan.” “Kamu selalu punya harapan, El.” “Revan…” Dia berhenti di lampu merah, “Kamu tidak tahu betapa aku ingin itu benar. Betapa aku ingin kamu bisa merasakan kebahagiaan yang kamu pantaskan dapatkan.” Elara menatapnya dengan pandangan penuh pengertian. “Aku ingin kamu juga punya harapan. Bukan hanya untukku… tapi untuk dirimu sendiri.”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

"Nggak bisa begitu. Harapan adalah sesuatu yang kita berikan pada diri sendiri. Kalau kita menyerah, klinik ini pasti akan tutup." Meskipun kata-kata ini terdengar seperti harapan, ketika orang sedang terpuruk, bukankah mereka membutuhkan harapan untuk memotivasi diri sendiri? Klinik mengalami kemunduran. Sebagai investor, wajar kami memiliki beberapa emosi negatif. Namun, aku tidak bisa seperti Kiki. Jika semua orang mengeluh, bagaimana aku bisa menjalankan bisnis ini? "Tapi, tapi ...."
9.41.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.5K kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ada sesuatu yang menekan dadanya perasaan menyesal yang tidak bisa dihapus, sekaligus kagum yang tak bisa diungkap. Ia mengangkat ponselnya, menulis pesan singkat: “Aku harap kamu bahagia. Aku benar-benar berharap begitu.” Ia tidak mengirimnya. Pesan itu tetap berada di draft, sebagai bukti bahwa kadang, pengakuan terbesar bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Teman Tidur Suamiku

Teman Tidur Suamiku

ucap Ilham yang terdengar serius. "Makasih, Ham. Kamu udah peduli, aku masih merasa punya keluarga karena kamu. Tapi kali ini aku yang harus berdiri sendiri. Aku yang harus membuktikan pada diri sendiri bahwa aku bisa. Aku juga harus melakukan sendiri, biar mereka gak meremehkanku lagi.”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Ibu Kosku Genit

Ibu Kosku Genit

Ia merasa kasihan pada Meri, namun ia juga merasa bersalah karena telah mengkhianatinya. Maya, yang sejak tadi diam mendengarkan, tiba-tiba angkat bicara. "Meri, kau tidak perlu bergantung pada suamimu untuk bahagia," katanya, suaranya tegas. "Kau bisa bahagia dengan dirimu sendiri." Meri menoleh pada Maya, alisnya berkerut. "Tapi bagaimana caranya?" tanyanya. Maya tersenyum tipis. "Kau hanya perlu belajar mencintai dirimu sendiri," jawabnya. "Kau harus belajar menghargai dirimu sendiri, dan tidak membiarkan orang lain merendahkanmu."
10.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
ALKEMIS TERAKHIR

ALKEMIS TERAKHIR

TAMAT Pesan untuk Para Pembaca: Setiap perjuangan memiliki arti. Kemenangan sejati bukan hanya tentang menaklukkan musuh atau merebut tahta, tetapi tentang bagaimana kita membangun sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri—kepercayaan, harapan, dan masa depan yang lebih baik.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai harapan untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status