Jerat Tuan Pebinor
Mati adalah pilihan bagi orang sepertiku.
Tanpa berpikir panjang, kutatap jendela di sebelah kiri dan berniat ingin mengakhiri hidupku saja. Tak ada pikiran selain mati yang melintas di kepala ini, sehingga tak sadar entah kapan aku sudah berdiri di depan jendela. Hanya satu yang berputar di kepalaku sekarang, apakah aku akan mati jika menjatuhkan diri dari lantai tiga ini, ataukah hanya kakiku saja yang patah sehingga aku menjadi cacat dan lebih menderita lagi? Semoga saja aku mati agar tak kulihat lagi penderitaan lain yang mengantri panjang di depan mataku. Mungkin, penderitaan ini memang akan berakhir jika aku sudah berbaring di liang lahat.
****
الفصول الرائجة