Jurnal Sang Dokter
tanyaku dengan sangat hati hati, aku tahu, ini sesuatu yang sangat sensitif.
“Anda tidak akan mengerti perasaan saya dok, saya sudah tidak memiliki pilihan, saya hampir gila dan ini yang bisa saya pikirkan. Tolong bantu saya, buat selaput daranya utuh lagi, seperti perawan,” ucap ibu tersebut.
Aku kembali menghela nafas panjang.
“Ibu, apa ibu tidak memikirkan trauma yang putri ibu rasakan? rasa sakit hatinya, kebenciannya,” ucapku.