The Reason Why
Ares bertanya dengan nada rendah namun terdengar sangat menyeramkan.
Teman sekelas yang awalnya berwajah penasaran, berubah jadi wajah ketakutan. Ares mengembuskan napasnya pelan, “Denger baik-baik,” Ares mengencangkan volume suaranya, berharap semua teman sekelasnya yang berada di ruangan itu bisa mendengar, “Apapun yang terjadi di antara gue dan Athena, bukan urusan kalian. Mau gue pacaran, musuhan, ciuman, bahkan ngelakuin sex pun bukan urusan kalian! Paham lo semua?” dengan tegas Ares berucap, ia segera bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan yang menyesakkan itu.
“Sex katanya? Ya ampun.” Salsa menggelengkan kepala.
Sikat na Kabanata