Sistem Tanpa Batas
Di sekelilingnya, anak buahnya mengerang kesakitan akibat gelombang ultrasonik dari bola 'Orbitas' milik Shin Yin Hua.
Li Lan berdiri di atas Han, pistol Glock-nya tertuju tepat di dahi mantan bawahannya itu. Matanya merah, bukan karena cedera, tapi karena rasa dikhianati yang mendalam.
"Katakan padaku, Han," suara Li Lan bergetar karena emosi yang tertahan. "Apakah nyawa keluargamu lebih berharga daripada sumpah yang kau ucapkan di depan bendera negara?"