Renjana dan Nestapa
Riana mampu membaca situasi yang menggelayut di pikiran Santi.
“Iya, Teh,” respon Santi sembari berusaha menikmati satu sedotan cola. “Saya bingung kalau nanti orang-orang tanya tentang pekerjaan saya ngapain aja. Belum lagi, kalau mereka pengen ikut kerja ke Jakarta sama saya. Tapi, hal yang paling buat saya bingung, yaitu si Bapak. Saya nggak bisa bohong sama bapak saya. Namun, saya juga nggak mungkin kan cerita apa adanya kepada si Bapak.”
Riana mengerti yang dirasakan oleh Santi. Kejujuran memang harus senantiasa digalakan dalam kehidupan. Hanya saja, tidak semua kejujuran akan langsung mendapatkan sebuah penerimaan.
Hot Chapters