Ambisi Ibu Tiri
Ibu Tiri tertegun beberapa saat, lalu mulai menangis dengan keras.
Suaranya begitu nyaring hingga membuat para perawat dan pasien di luar pintu berhenti melangkah untuk melihat.
Namun, tidak ada satu pun yang mendekat untuk menghentikannya, sama seperti aku waktu itu.
Ayah tetap tidak menunjukkan belas kasihan, hanya berkata dengan dingin, "Kamu sudah melukai Maura dan aku akan memperhitungkan itu denganmu. Nanti urus pembayaranmu di bagian keuangan, lalu segera pergi dari hadapanku. Soal anak itu, urus saja sendiri, aku sama sekali nggak akan menikahimu."
Sikat na Kabanata