Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
23.14

23.14

Yang mencambuknya itu hampir seluruh Anggota Domino yang sudah berbaris dan bergantian untuk mencambuk Adrian sebanyak dua kali untuk satu orang. Tak perduli punggungnya sudah memerah, tersayat, bahkan berdarah-darah. Hukuman tetaplah hukuman, Adrian hanya diam dan menerima hukumnya, karena dari awal dia bergabung dengan Domino, dia sudah setuju dengan Semua persyaratan yang diajukan. Adrian yang kini hanya bisa diam, dan terduduk lemas dilantai, bahkan sudah tidak bisa menahan berat badannya sendiri. Meringis kesakitan saat punggungnya kembali di cambuk.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai hukuman cambuk
Baca
+Pustaka
Hukuman atas Impulsif Mahasiswi Tercantik

Hukuman atas Impulsif Mahasiswi Tercantik

Keesokan harinya pun tiba dan aku tiba di tempat yang disepakati dengan bersenjata lengkap. Ini adalah lingkungan tua tanpa peralatan pemadam kebakaran dan udaranya sangat kering. Kalau ini terbakar, aku rasa seluruh area ini akan terbakar menjadi abu, aku menekan-nekan bensin di tasku dan ekspresiku menjadi lebih serius. Aku mengetuk pintu kayu berkarat itu, tidak lama kemudian terdengar suara sandal bergesekan dengan lantai semen, pintunya terbuka dan orang yang datang adalah Christian yang sangat kubenci.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai hukuman cambuk
Baca
+Pustaka
PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

Saat ujung selendang mengandung maut itu satu depa lagi akan memotong urat lehernya, dengan cepat Pendekar Cambuk Iblis melentingkan tubuhkan ke belakang, yang kemudian dengan menggunakan siku kiri untuk menyangga tubuhnya, tangan kanannya dengan cepat dan kuat mengayunkan cemeti saktinya ke depan, dan. Crash..! Crash...! Dua kali ujung cambuk yang ada semacam pisau pendek namun sangat tajam itu mengenai perut lawannnya, Pendekar Banci Kelana dan mengoyaknya. “Ah...!” Semua penonton spontan menutup wajahnya atau memalingkannya ke arah samping karena tak sanggup melihat pemandangan yang mengerikan di hadapan mereka.
8.620.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai hukuman cambuk
Baca
+Pustaka
Hukuman untuk Sang Dewi Tercantik

Hukuman untuk Sang Dewi Tercantik

Ia mudah tergoda dengan kaum hawa, baik dari kalangan manusia maupun Dewa-Dewi. Yang lebih mengesalkan lagi, Dewa tua bangka itu berani melancarkan hukuman yang membuatku gelisah. Hukumannya berupa menyatukan seribu pasangan suami-istri yang rumah tangganya bermasalah. Hal itu tidak lah mudah jika dilakukan tanpa kekuatan yang ku miliki. Setelah menyatakan hukuman padaku, Dewa hidung belang itu turut lenyap di bawah sinar putih yang turun dari langit. Huft! betapa arogannya sosok menyebalkan dan sok bijak itu!
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai hukuman cambuk
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Suami Dingin

Sentuhan Panas Suami Dingin

Hukuman cambuk! Dia teringat dengan hukuman yang akan didapat oleh maid jika berani memanggil namanya, itu sangat mengerikan. Dan bisa saja hukuman mengerikan seperti dia dicambuk lalu dipasung oleh Reigha, akan terjadi padanya. Reigha versi tanah air sangat berbeda dengan Reigha versi Paris! Jauh!
9.71.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.7K kali sebagai hukuman cambuk
Tampilkan Ulasan (99)
Baca
+Pustaka
Sheila Pulungan
Suami Bastard yg Manis jg sdh selesai sy baca kak. Tp utk kejelasan secara eksplisit awal mula Reigha suka Ziea belum nampak. :( Kalau Rafael, Haiden, Razi, Maxim, dll. mereka jelas dikisahkan secara gamblang awal mula suka ke pasangannya. Karena sepertinya malah Reigha duluan yg suka Ziea, kalau...
raisa regina
Suka bgt ceritanya! Capek bgt ketawa, komedi terus. Tapi tetep romantis bikin senyum2. Sepanas dingin itu hahah. Suka banget liat saling bucinnya Rei & Ziea, finally Kak Deden & Mak Lea, Aesya & Mamat. Dan bucinnya Razie & Kanza. Ga kalah best kisah cinta Zira & Kae. Ah terluv sih!! Love Azam Fams!!
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Orang yang memukul gendang pengaduan di luar waktu pengadilan, harus dihukum 40 kali pukulan!" Saat melirik pemuda di bawah panggung, Iqbal mengeluarkan sebatang kayu putih dan melemparkannya ke lantai. Peraturan ini dijalankan dengan sangat ketat. Jika ada yang memukul gendang pengaduan di luar jam pengadilan, akan dihukum dengan berat. "Empat puluh pukulan!" Meski sudah mempersiapkan diri sebelumnya, Danur tetap merasa gugup. Wajahnya tampak pucat, dia menggertakkan gigi dan sekujur tubuhnya terasa kaku.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239.4K kali sebagai hukuman cambuk
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
MATE

MATE

ancamnya, meninggalkanku dengan teror yang menakutkan. Tanpa terasa tubuhku sudah bergetar karena ketakutan. Cambuk? Itu adalah hal yang menakutkan dibandingkan hukuman lainnya. Meski sudah berkali-kali merasakannya, tapi tetap saja aku belum terbiasa. Rasanya sangat menyakitkan, hingga kulit punggungku bengkak dan mati rasa. Aku tidak pernah bisa berbaring karena punggungku semakin sakit saat menyentuh lantai kamar yang dingin dan keras.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai hukuman cambuk
Baca
+Pustaka
The Tales of Deer's Princess

The Tales of Deer's Princess

Ia hampir kira jika ini khayalan karena seorang Pangeran Philip sekarang malah memulai obrolan santai. “Bagaimana jika ada yang melanggar?” Kini giliran Marsha yang bertanya penuh tahu. “Palingan hukuman cambuk. Jika yang ditatap tidak terima. Tapi biasanya jarang yang ada terima ditatap seperti itu. Itupun hukuman paling ringan.” Sungguh gila hormat!, pikir Philip.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai hukuman cambuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status