Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Susanto Widjojo yang merepresentasikan Duryudana, adalah seorang konglomerat properti. Suluk pertama yang saya bacakan, 'Jiwa mulya kinunci, dening bandha lan kursi', berbicara tentang jiwa yang terkunci oleh harta dan kekuasaan. Ini adalah deskripsi sempurna untuk Duryudana modern yang haus kekayaan dan pengaruh. Kematiannya dengan gada, simbol kekuasaan dan kekuatan yang digunakan secara korup, sangat cocok dengan narasi ini. Ayah saya selalu mengajarkan bahwa Duryudana, meskipun antagonis, adalah figur tragis yang terbutakan oleh ambisi. Suluk ini memberikan alasan ideologis untuk menghukumnya.”
Ia berhenti sejenak, menoleh ke arah jendela gelap joglo, seolah mencoba melihat bayangan aya
Hot Chapters