Pernikahan Kedua
Sesekali ia menariknya untuk di kecup.
"Bangunlah, Sayang! Terlalu banyak cinta disini untukmu, papa, mama, Sean, Akna dan bayi mungil kita yang masih terus berjuang untuk hidupnya. Kau adalah kekuatan mereka, senyum mereka, mereka tidak akan sanggup jauh darimu, Sayang. Maafkan aku! Maafkan aku, Nad! Karena akulah semua ini bermula, aku sangat menyesal, sangat. Bahkan hingga kini aku selalu merasa bersalah padamu. Bangunlah! Jangan hukum aku seperti ini. Aku masih membutuhkanmu untuk terus mendampingiku, memastikan aku agar tidak melakukan kesalahan lagi. I Love You, Honey!"
Cup