Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Imagine

My Imagine

Ia duduk di kursi di depan Herra. "Perkenalkan nama saya Bulan Salka. Saya juga seorang pengguna aplikasi 'My Imagine', tapi sekarang tidak lagi," jawab wanita bernama Bulan itu. "Kamu juga menggunakannya? Terus bagaimana kamu tau kalau itu adalah Imagine?" tanya Herra kembali.
96.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
My-Ex

My-Ex

"Kenangan Reylan Bagian I." Di dalam rumah. Dante, tampak panik. Kemudian dia pun berjalan menuju teras depan rumahnya. Saat sudah berada di depan teras rumah Dante, terlihat mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Namun, sepertinya orang yang dihubungi tidak kunjung menjawab panggilan telepon darinya. "Akh… kenapa tidak diangkat juga teleponku?" Gerutu Dante, kesal.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 669 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
Iparku Suamiku

Iparku Suamiku

Mengingat kaki suaminya sedang lumpuh. "Oh ya. Ardi. Mama pulang dulu ya. Kasihan papa tidak ada yang jaga. Itu di atas meja Mama sudah tulis takaran susu. Nanti kalau ada yang kamu tidak mengerti, silahkan hubungi Mama." Pesan Ibu Fina langsung menerima anggukan dari Ardi. "Iya Ma, hati hati. Aku akan berkunjung lain kali." "Kamu jaga saja Nadira. Mama pergi dulu." Pamitnya Ibu Fina sambil melambaikan tangan sambil melangkah hingga menghilang dari balik pintu.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
OM SERING KE RUMAH KALAU MALAM

OM SERING KE RUMAH KALAU MALAM

Aku kan sudah punya kamu. Disertai emoticon cium dan peluk yang terkirim membuat Dinda mual. [Baguslah kalau begitu. Lalu sekarang kamu tinggal dimana? Aku telepon kamu sekarang ya?] [Jangan telepon dulu, Mas. Aku terpaksa menjual gelang emas yang kamu beri lalu sekarang tinggal di homestay kecil bertiga dengan anak dan ibu. Mereka sudah tidur, dan aku tidak mau berisik membangunkan mereka. Rencana nya besok aku kan libur kerja, aku akan mencari rumah kontrakan.]
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 548 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
Yes, I Do

Yes, I Do

Kami bahkan pernah berandai-andai, kalau Mama tetap mendiamkan kami sampai mengorbankan masa depan kami maka kami akan menerimanya dengan lapang dada. Hari ini hari Sabtu pagi dan aku sedang duduk di atas tempat tidur sambil melihat ke arah jendela. Tidak ada yang aku pikirkan selain malas beranjak karena di luar sana sedang hujan deras. Keenan sedang ada di Bali. Jadi, aku tidak memiliki alasan untuk terburu-buru bangun dari tidur. Ddrrtt ddrrtt … Aku menoleh ke arah nakas, lalu meraih ponsel dengan malas. Namun, betapa terkejutnya aku ketika melihat Mama yang menelepon. Apa ada masalah?
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
I'M BROKEN

I'M BROKEN

Sepertinya tuan rumah baru pulang , Luna ingin sekali melihat tuan nya tapi ia sekarang harus pulang. Sementara itu bibi membuka kan pintu untuk tuan rumah nya. "Ehh den , baru pulang bibi baru aja selesai siap masak , den mau makan dulu atau mandi." "Arga mandi dulu bi , ohiya katanya di rumah ada pembantu baru siapa bi? Kok Arga engga ada ngeliat." "Ohh iya den , pembantu nya cantik ia masih sekolah sama kayak den masih SMA , wajah nya cantik banget dia juga baik."
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
TAKE ME HOME

TAKE ME HOME

Aku berjalan masuk rumah tanpa mengabaikan Adel yang menyapaku. Lalu kurebahkan tubuhku di atas ranjang saat tiba di kamar. Aku mencoba untuk memejamkan kedua mataku, akhirnya terlelap begitu saja. ... “Pulang, Nak!” teriak Mama di depan pintu rumah yang ada di kampung halaman. “Tidak, Mah. Aku tidak akan pulang sebelum Mama dan Papa meninggalkan ajaran sesat itu!” sahutku, lalu meninggalkan rumah itu.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

Sejauh ini cuma Satria yang melakukannya. "Nanti malam ke rumah ya, Nas. Bunda pasti senang banget anak gadisnya pulang." Nasha bahkan lupa ada rumah lain selain bakery dan kediaman ayah di luar kota yang saat ini ditempati sepupunya. "Nanti saya bilangin ke Bunda biar langsung masak kare kesukaan kamu." "Iya, nanti aku datang." Datang, bukannya pulang. Tentu punya arti yang berbeda.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status