Ralp
Aku tahu tak baik melamun, namun kepalaku benar-benar terisi dengan hal yang sebenarnya tak nyaman.
“Kau sudah mau pulang?”
“Ah? Eh? Iya. Maaf, aku ada acara.” Acara yang tak lebih dari mengetik dan menghayal.
“Mau kuantar?” tanyanya lagi.
“Tidak. Aku bawa kendaraan sendiri. Kau bisa kembali ke acara. Lagi pula aku sedang sakit. Uhuk, uhuk, kau lihat? Batuk parah. Kau bisa tertular kalau terlalu dekat.” Lalu aku melambai, berjalan, dan menghilang.
Hot Chapters