Mimpi Buruk Di Depan Bar
Dia berkata,
“Yasudah kalau putus. Kalau kamu mau, aku bisa jadi pacarmu dan membantumu mengusir rasa kesepian di tubuhmu ini.”
Melihat wajahnya yang menjijikkan, aku membentaknya dengan kasar,
“Pergi! Melihat mukamu saja sudah membuatku muak.”
Calvin yang merasa tak dipedulikan, akhirnya pergi dengan perasaan malu.
Setelah kejadian itu, aku tak pernah bisa bangkit lagi.
Saat kuliah di pagi hari pun, aku selalu tak semangat.
Sahabatku yang melihat kondisiku mulai bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Capítulos Populares